MAKALAH KEPRAMUKAAN
“SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA DAN INDONESIA”
Disusun oleh :
Barokah hilmi
Jombang Jawa Timur
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas
kehadirat Allah SWT. Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah
tentang “sejarahpramukaduniadanindonesia” dapat tersusun hingga selesai. dengan
tujuan memenuhi tugas Mata Kuliah Umum kepramukaan. Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami
semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Jombang, 07 Desember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
....................................................................................................................
Daftar Isi
.............................................................................................................................
Bab I Pendahuluan
.............................................................................................................
1.1 Latar Belakang
...................................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah
............................................................................................................. .
Bab II Pembahasan
..................................................................................................................
2.1 Sejarah Pramuka di Dunia ................................................................................................
A. Riwayat Baden Powell ........................................................................................................
B. Sejarah Kepramukaan Sedunia
...........................................................................................
2.2 Sejarah Pramuka di Indonesia
...........................................................................................
A. Sejarah Gerakan Pramuka Masa Penjajahan
.....................................................................
B. Gerakan Pramuka Pada Masa Republik Indonesia .............................................................
Bab III Kesimpulan
................................................................................................................
Daftar Pustaka
........................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pramuka adalah kependekan dari praja muda karana yang berarti rakyat muda
yang senang bekerja atau berkarya. Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan
kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan
kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di
negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi
gerakan kepramukaan.
1.2 Rumusan Masalah
Untuk mengkaji tentang sejarah pramuka
di dunia dan di Indonesia seperti :
1. Apa sejarah dari pramuka
di dunia ?
2. Apa sejarah dari pramuka
di Indonesia ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Pramuka di Dunia
A. Riwayat Baden Powell
Lahir tanggal 22
Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell
seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika
Stephenson masih kecil.
Pengalaman Baden
Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik
diantaranya :
a. Karena ditinggal
bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b. Dari kakaknya mendapat
latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
c. Sifat Baden Powell
yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga,
mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d. Pengalaman di India
sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak
kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera
kepada Kimball O’Hara.
e. Terkepung bangsa Boer
di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
f. Pengalaman mengalahkan
Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis
dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagitentara muda Inggris
agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.
William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell
melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris,
diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907
selama 8 hari.
Tahun 1910 BP pensiun
dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah
dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat
titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8
Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
B. Sejarah Kepramukaan
Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan
kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul
“Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang
kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki
dengan nama Boys Scout.
Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi
kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh
istri beliau.
Tahun 1918 beliau
membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922
beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku
ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai
bahagia.
Tahun
1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau
mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat
sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1924 Jambore
II di
Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Tahun 1929 Jambore III di
Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Tahun 1933 Jambore
IV di Godollo,
Budapest, Hongaria
Tahun 1937 Jambore V
di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Tahun 1947 Jambore
VI di Moisson,
Perancis
Tahun 1951 Jambore VII di Salz
Kamergut, Austria
Tahun 1955 Jambore VIII di sutton
Park, Sutton Coldfild, Inggris
Tahun 1959 Jambore IX di
Makiling, Philipina
Tahun 1963 Jambore
X di
Marathon, Yunani
Tahun 1967 Jambore XI di
Idaho, Amerika Serikat
Tahun 1971 Jambore XII di
Asagiri, Jepang
Tahun 1975 Jambore XIII di
Lillehammer, Norwegia
Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor,
Iran tetapi dibatalkan
Tahun 1983 Jambore XV di
Kananaskis, Alberta, Kanada
Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract
Scout Park, Australia
Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
Tahun 1999 Jambore XIX di Chili,
Amerika Selatan
Tahun 2003 Jambore XX di
Thailand
Tahun 1914
beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana
tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau
mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat
pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk
Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London,
Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke
Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke
Geneva, Swiss.
Sejak
tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut
oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry
(Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi
oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica,
Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri
bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab,
Afrika dan Amerika Latin.
2.1 Sejarah Pramuka di Indonesia
Sejarah lahirnya
gerakan Pramuka di Indonesia bermula pada masa dimana Indonesia dijajah
oleh Belanda. Awal gerakan kepanduan ini bermula dari berdirinya cabang
Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah namanya
menjadi Nederlands Indische Padvinders. Bapak kepanduan Indonesia ialah S.P.
Mangkunegara yang memrakarsai berdirinya organisasi kepanduan milik Indonesia
sendiri pada tahun 1916. Pada masa Jepang, gerakan ini dibubarkan karena pihak
Jepang tidak menginginkan adanya sebuah organisasi yang dibuat tanpa ikut
campur Jepang. Setelah Jepang pergi, gerakan Pramuka di Indonesia kembali aktif
dan baru terbentuk sebagai Pramuka pada tahun 1961. Panitia untuk pembentukan
gerakan Pramuka sendiri baru dibuat keputusannya pada tahun 1961 lewat
keputusan Presiden Nomor 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961.
A. Sejarah Gerakan
Pramuka Masa Penjajahan
Berdirinya gerakan
Pramuka di Indonesia diawali dengan munculnya cabang dari Nederlandsche
Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912. Organisasi yang juga baru berdiri
pada tahun 1910 ini mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat dimana Perang
Dunia I pecah. Karena NPO memiliki kwartir besar sendiri, mereka kemudian
memutuskan untuk mengubah nama mereka di tahun 1916 dan menjadi Nederlands
Indische Padvinders Vereeniging (NIVP). Pada tahun yang sama, S.P. Mangkunegara
VII merencanakan untuk membuat organisasi kepanduan mereka sendiri. Hal ini
dibuat nyata, dan organisasi mereka diberikan nama Javaansche Padvinders
Organisatie (JPO) dan merupakan organisasi kepanduan yang pertama di tanah
nusantara.
Organisasi-organisasi
kepanduan yang berdiri juga menyulut api pergerakan nasional, dimana pada suatu
masa didirikan organisasi kepanduan milik Muhammadiyah yang diberi nama
Padvinder Muhammadiyah dimana pada tahun 1920 mengganti nama mereka menjadi
Hizbul Watan. Selain Muhammadiyah, ada juga Nationale Padvinderij milik Budi
Utomo, Syarikat Islam Afdeling Padvinderij milik Syarikat Islam yang namanya
kemudian diubah menjadi Syarikat Islam Afdeling Pandu (SIAP), Nationale
Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) yang berdiri berkat Jong Islamieten Bond,
dan terakhir adalah Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) yang
berhutang kepada Pemuda Indonesia untuk berdiri. Pada tanggal 23 Mei 1928, rasa
persatuan yang timbul dalam organisasi kepanduan di Indonesia mulai mewujudkan
dirinya dengan nama “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” (PAPI) yang
anggotanya adalah INPO, SIAP, NATIPIJ, dan PPS.
Pada tahun 1928 hingga
1935, organisasi-organisasi kepanduan yang memeloporilahirnya gerakan Pramuka di Indonesia menjadi semakin
banyak baik yang berdasarkan kebangsaan atau agama. Nama-nama organisasi yang
berdasarkan kebangsaan adalah:
- Pandu
Indonesia (PI)
- Padvinders
Organisatie Pasundan (POP)
- Pandu
Kesultanan (PK)
- Sinar
Pandu Kita (SPK)
- Kepanduan
Rakyat Indonesia (KRI)
Sementara organisasi yang berdasarkan keagamaan:
- Pandu
Ansor
- Al
Wathoni
- Hizbul
Wathan
- Kepanduan
Islam Indonesia (KII)
- Islamitische
Padvinders Organisatie (IPO)
- Tri
Darma (Kristen)
- Kepanduan
Azas Katolik Indonesia (KAKI)
- Kepanduan
Masehi Indonesia (KMI)
Demi mempererat
persaudaraan di antara tiap organisasi, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan
Indonesia (BPPKI) berencana untuk mengadakan sebuah jambore besar. Kegiatan ini
mengalami beberapa kali perubahan rencana dalam waktu dan nama kegiatan,
meskipun pada akhirnya nama kegiatan disetujui sebagai “Perkemahan Kepanduan
Indonesia Oemoem” atau disingkat PERKINO. Tanggal acara yang tadinya juga
sempat didebatkan akhirnya diputuskan untuk dilakukan pada tanggal 19 hingga 23
Juli tahun 1914 di sebuah daerah di Yogyakarta.
Perkembangan gerakan
Pramuka di Indonesia sempat terhambat ketika penjajah dari Belanda pulang dan
digantikan oleh pasukan Jepang. Dalam masa penjajahan oleh Jepang yang
mengaku-ngaku “pelindung Asia, pemimpin Asia, dan cahaya Asia”, tidak boleh ada
partai dan organisasi rakyat yang terjadi. Hal ini menyulut banyak kemarahan
publik karena bahkan organisasi kepanduan tidak boleh dilanjutkan. Meski ada
aturan tentang penolakan organisasi, beberapa anggota BPPKI tetap merencanakan
PERKINO II. Masa isolasi dari organisasi rakyat ini membuat semangat kepanduan
yang ada dalam dada para anggotanya berkobar semakin kuat.
B. Gerakan Pramuka Pada
Masa Republik Indonesia
Pada bulan September
1945, beberapa tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia memutuskan untuk
melakukan pertemuan di Yogyakarta demi membentuk sebuah panitia baru sebagai
sebuah panitia kerja dan wadah dari sebuah organisasi yang besar. Panitia baru
ini kemudian dikenal sebagai Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia (KPPI) dan di
saat yang sama segera menetapkan tanggal untuk melaksanakan sebuah kongres
tentang kesatuan kepanduan. Kongres ini berlangsung pada tanggal 27 hingga 29
Desember dan berlokasi di Surakarta. Dan sebagai hasilnya, terbentuklah Pandu
Rakyat Indonesia. Pandu Rakyat Indonesia menghadapi masa sulit ketika hendak
berkembang. Salah satu alasan yang ada adalah penyerangan kembali Belanda mulai
17 Agustus 1984 dimana pada saat itu ada seseorang yang berencana menembak mati
Soeprapto dan berhasil. Pada daerah-daerah yang akhirnya berhasil dikuasai oleh
Belanda, Pandu Rakyat dipaksa untuk berhenti beraktivitas.
Ketika periode
perjuangan untuk lagi-lagi mengusir Belanda dari tanah air selesai, Pandu
Rakyat Indonesia mengadakan kongres mereka yang ke-2 di Yogyakarta pada tanggal
20 hingga 22 Januari tahun 1960. Yang menjadi pokok pembicaraan dari kongres
ini adalah tentang bagaimana putusan untuk mencapai konsepsi yang baru, memberi
kesempatan untuk beberapa golongan agar mereka bisa kembali menyejahterakan
kembali organisasi mereka yang telah runtuh. Kongres ini juga membahas tentang
bagaimana masyarakat sekitar kini mampu membuat organisasi kepanduan mereka
sendiri. Hingga kini, kisah ini akan terus diceritakan jika ada salah satu kita
yang berbicara atau bertanya tentang sejarah lahirnya gerakan Pramuka
di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah pramuka di
dunia yang pertama kali mengemukakan adalah Baden Powell, pada tahun 1908 Boden
Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang
dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For
Boys” Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian
berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama
Boys Scout.
Sejarah lahirnya
gerakan Pramuka di Indonesia bermula pada masa dimana Indonesia dijajah
oleh Belanda. Awal gerakan kepanduan ini bermula dari berdirinya cabang
Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah namanya
menjadi Nederlands Indische Padvinders. Bapak kepanduan Indonesia ialah S.P.
Mangkunegara yang memrakarsai berdirinya organisasi kepanduan milik Indonesia
sendiri pada tahun 1916.
DAFTAR PUSTAKA
http://ruangtransparansi.blogspot.co.id/
http://ruangkataa.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar